Sempurnanya manusia karena tuhan memberikan pegangan senjata/alat kepada setiap manusia yaitu akal, akal ini agar dipergunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dengan kesempurnaan akalnya dapat mengetahui dengan jelas siapa dirinya, siap tuhannya dan siapa sesamanya sekaligus mengetahui siapa kedua orang tuanya dan dapat menyadarkan kepada dirinya bahwa pada mulanya dia tidak ada, sekarang ada.
Akal adalah kebutuhan yang paling pokok dan sangat menunjang di dalam segala hal termasuk menyangkut peningkatan peradaban, peningkatan segala macam disiplin ilmu dan sebagai wujud perbedaan daari segala makhluk hidup di atas muka bumi ini. Maju mundurnya suatu negara sampai sebatas mana penggunaan akalnya. Karena itu akal adalah kunci dari keberhasilan atau tidaknya di dalam dunia ini bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk melihat sampai sejauh mana keberadaan hal tersebut, bagi yang dapat menggunakan dan tidak dapat menggunakan akalnya, kita dapat melihat binatang-binatang dengan perilaku kehidupannya sehari-hari hanya begitu-begitu saja, berjalan di dalam kehidupannya sesuai dengan naluri keturunannya, tidak ada yang berpikir untuk membuat perubahan yang berarti dalam peningkatan sarana dan prasarana kehidupannya. Tidak seperti manusia yang ingin selalu berubah/maju, seperti membuat kendaraan, membuat pembangkit tenaga listrik dan sebagainya. Hal ini dikarenakan binatang tidak dapat bicara pada dirinya sendiri, sebaliknya manusia bila ada masalah yang rumit atau mempunyai keinginan (cita-cita) selalu dipertanyakan pada dirinya sehingga untuk mengambil suatu keputusan/jalan keluar dari suatu perkara selalu mengambil dari akhir pembicaraan pada dirinya tersebut, sehingga bila ia berhasil maka dia atau orang lain akan menyebut akalnya bagus, tetapi bila hasilnya jelek maka ia sendiri akan marah-marah dan mengatakan “Ih.. ana ini bodoh skali”. Kadangkala kepalanya dipukul-pukul sehingga dia akan mencari lagi untuk mendapatkan hasil yang terbaik, itu yang dinamakan PIKIRAN. Setelah mendapatkan hasil keputusan yang dianggap baik/tepat maka inilah yang dinamakan AKAL.
Akal itu adalah berbicara berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati, sebagai alat atau pegangan dalam menyelesaikan suatu keputusan. Orang-orang yang beragama banyak yang mengatakan bahwa agama itu adalah pegangan. Memang benar karena hasil akhir dari pemikiran itu akan dijadikan pegangan (akal). Jadi arti sesungguhnya agama adalah akal, dan akal ini akan melahirkan ilmu pengetahuan sedangkan ilmu pengetahuan ini diwajibkan oleh Tuhan dan Rasulnya untuk dicari dan didapatkan. Dengan kata lain akal disini adalah berbicara sendiri dalam hati untuk menghasilkan yang terbaik dan benar yang akan dihadirkan/ditempatkan dimuka bumi ini. Tetapi jangan sekali-kali ENTE berbicara sendiri lewat mulut, karena dapat dikatakan kurang waras atau BIONGO.
Akal ini harus dikenalkan dahulu dengan sifat dan nama-nama baik tuhan dengan cara membaca kitab suci yang dibawa oleh utusan-utusanNya. Kita jangan hanya asal baca saja tetapi harus tahu dengan jelas makna dan tujuannya dengan cara disaring, dikaji dan dipikirkan, sehingga akan menghasilkan makna yang terbaik dan sempurna sehingga akalnya ini akan melahirkan ketentraman, kedamaian, kemanan, kesejahteraan, keadilan, kemakmuran, kebahagiaan, kejujuran, kebijaksanaan, kemajuan, kedewasaan dan kesehatan lahir bathin sehingga akan tercapai kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat.
Agama itu adalah akal, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal.
Akal yang dimiliki oleh semua umat manusia yang berada di atas bumi ini sama tidak ada bedanya. Tinggal bagaimana akal itu dapat mengenal Tuhannya secara benar dan sehat.
Tuhan mengazab orang yang tidak menggunakan akalnya dan menganggapnya binatang sebagaimana firman-Nya “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa. QS. Al-Anfaal : 22 dan masih banyak ayat-ayat dalam al-furqon yang mengangkat tentang akal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar